Blefarospasme (Kelopak Mata Berkedip-Kedip Tanpa Kendali)
Written by Prof.dr. Rowena Ghazali Hoesin,Sp.M(K)   
Senin, 19 Januari 2009
Blefarospasme merupakan kontraksi dari otot kelopak mata yang berulang ulang tanpa disadari dan tidak dapat diperintah untuk berhenti.

Pada keadaan normal, dalam satu menit manusia mengedipkan kelopak mata sebanyak sepuluh kali. Namun pada hal tertentu misalnya bila ada debu atau benda asing menuju mata kita, maka mata akan melakukan refleks berkedip untuk menghindarinya.

Blefarospasme ini biasanya pada kedua mata dan sering terjadi pada usia lanjut (diatas 40 tahun).  Wanita lebih sering terkena daripada pria, dimana kekuatan dan frekuensi spasme cenderung bersifat progresif. Hal ini mengakibatkan ekspresi wajah grimacing atau meringis. Keadaan yang seperti ini dapat mengurangi interaksi social, dan kedipan atau penutupan mata yang kuat dapat mengganggu penglihatan, membaca dan juga menonton TV.
Yang sering terjadi pada kedipan tak terkontrol ini ialah oleh karena pengaruh angina, polusi, udara, sinar matahari, keramaian dan stress.

Keluhan umumnya berupa rasa silau, rasa tidak enak pada permukaan luar bola mata dan mata terasa kering.
Beberapa kondisi yang mengurangi blefarospasme adalah relaksasi, tidur , berbicara dan bersenandung.

Sebelum tahun 1989, pengobatan masih difokuskan pada obat-obatan farmasi, misalnya obat anti stress, dopamine, penenang dll. Juga dilakukan tindakan operasi terhadap otot orbikularis yaitu otot untuk menutup kelopak mata.

Namun, sejak ditemukan suntikan BOTOX-A (Botulinum Toxin A) oleh dr Alan Scott dari USA maka penderita Blefarospasme ini dapat menikmati hidup dengan lebih berkualitas.

Last Updated ( Jumat, 24 April 2009 )