mod_vvisit_counterToday81
mod_vvisit_counterYesterday69
mod_vvisit_counterThis week150
mod_vvisit_counterThis month663
mod_vvisit_counterAll19925
Home arrow Artikel Kesehatan arrow Pemeriksaan Mata
Pemeriksaan Mata PDF Print E-mail
Written by dr.Rozalina L.Zulkarnain, Sp.M   
Kamis, 03 Desember 2009
PEMERIKSAAN MATA

Pendahuluan

Mata sebagai indera yang penting dalam kehidupan memerlukan pemeriksaan dan perawatan yang teratur. Pemeriksaan rutin mata sebaiknya dimulai dari usia sedini mungkin. Bahkan pada saat bayi baru lahir, screening mata perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada infeksi, kecacatan atau cedera pada mata bayi.

 Pada anak usia balita atau pra sekolah, pemeriksaan mata secara dini (skrining) perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan mata (terutama tajam penglihatan) yang nantinya dapat mengganggu proses belajar mengajar yang akan dilakukan. Apabila ditemukan gangguan tajam penglihatan, maka harus segera dikoreksi atau diatasi dengan kaca mata.

 Apabila gangguan tajam penglihatan pada anak tidak ditanggulangi secara dini, maka akan menimbulkan ”mata malas” atau amblyopia. Mata  malas ini adalah satu istilah dimana syaraf penglihatan dari mata tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik akibat tidak digunakan untuk melihat (karena adanya gangguan dari tajam penglihatan).

 Pada setiap individu dengan usia 40 tahun keatas, maka pemeriksaan mata yang dilakukan lebih rutin. Hal ini disebabkan karena semakin bertambah usia seseorang, resiko terjadinya katarak akan meningkat, demikian juga resiko terhadap timbulnya penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus dan lain-lain yang efeknya juga besar terhadap kesehatan mata seperti retinopati diabetik dam glaukoma.


Kapan harus ke dokter spesialis mata?

 Apabila terdapat gejala seperti dibawah ini maka kunjungan ke dokter spesialis mata dapat segera dilakukan :

1. Mata berwarna merah
2. Mata terasa nyeri dan tidak nyaman
3. Sukar melihat dalam jarak jauh maupun dekat
4. Melihat pelangi di sekitar cahaya
5. Pandangan nampak dobel
6. Melihat bintik-bintik atau benang hitam yang bergerak-gerak.
7. Melihat sinar atapun kilatan cahaya
8. Mata juling (terutama pada anak-anak)
9. Mata berair
10. Ada sesuatu yang tumbuh pada kelopak maupun bola mata
11. Mata mengeluarkan kotoran mata berlebihan
12. Bola mata lebih menonjol daripada normal
13. Kedua pupil (manik mata) tidak sama besar


Pemeriksaan apa saja yang dilakukan?

1.Pemeriksaan tajam penglihatan

Tajam penglihatan ialah kemampuan dari mata untuk melihat detil halus dengan menggunakan penglihatan sentral. Pemeriksaan tajam penglihatan ini dilakukan dengan membaca huruf /angka (atau melihat gambar-biasanya pada anak pra sekolah atau orang tua yang buta huruf) dimana huruf/angka/gambar yang dilihat semakin lama akan semakin kecil.

2. Pemeriksaan refraksi

Kelainan refraksi terjadi bila bayangan tidak terfokus tepat di retina.

Pemeriksaan kelainan refraksi dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan :
-Lensa dan bingkai coba
-Refraktometer Automatis

Ada 3 jenis kelainan refraksi yaitu:

a. Rabun jauh (myopia)
b. Rabun dekat (hipermetropia)
c. Sulit membaca dekat (presbiopia) pada orang tua
d. Distorsi penglihatan (astigmatism)

3. Pemeriksaan Kelopak Mata

Dokter spesialis mata akan memeriksa kelopak mata, kelenjar mata dan sistem pengaliran air mata.

4. Pemeriksaan otot-otot mata

Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa koordinasi kedua mata untuk melihat ke delapan arah kardinal.

Otot mata berjumlah 12 dan berfungsi untuk menghasilkan gerakan mata yang normal. Apabila ada kelumpuhan pada salah satu atau beberapa otot mata akan menimbulkan gangguan koordinasi mata (juling).

4.Pemeriksaan Tekanan Intra Okular (tekanan dalam bola mata)

Pemeriksaan tekanan dalam bola mata dilakukan dengan menggunakan alat:

- Tonometri Schiotz
- Goldmann Aplanasi
- Non kontak tonometri
Biasanya pemeriksaan ini ditujukan terutama pada penderita yang berusia 40 tahun ke atas untuk skrining terhadap glaukoma.

5. Pemeriksaan dengan alat lampu celah biomikroskop (Slit Lamp Biomicroscope)

Dokter spesialis mata akan memeriksa kondisi kornea, bilik mata depan, lensa dan vitreous dengan menggunakan alat lampu celah ini.

6. Pemeriksaan dengan alat ophthalmoskopi

Pada pemeriksaan dengan ophthalmoskopi dilakukan pemeriksaan retina mata dan bagian belakang mata melalui pupil dimana dokter spesialis mata akan mengevaluasi papil syaraf optik, retina dan badan vitreous.

Data dari pemeriksaan-pemeriksaan dasar ini akan dinilai dan ditafsirkan oleh dokter spesialis mata, yang nantinya akan disimpulkan hasilnya. Apabila dirasakan perlu, maka dokter spesialis mata akan menganjurkan untuk dilakukannya pemeriksaan khusus.

Last Updated ( Sabtu, 05 Desember 2009 )
 
< Prev   Next >